Gen. Secretary SONIC sedang mempresentasikan pengalaman bisnis IT Pada tanggal 17 Agustus 2015, tepat pada perayaan HUT Kemerdekaan Re...
Gen. Secretary SONIC sedang mempresentasikan pengalaman bisnis IT
Pada tanggal 17 Agustus 2015, tepat pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, diadakan Workshop Matchmaking oleh Digital Lounge (Dilo) Solo. Dalam workshop ini membahas bagaimana caranya dalam membangun perusahaan IT startup. Pada kesempatan kali ini, Solo Online Community (SONIC) diundang untuk menjadi pembicara dalam workshop ini. SONIC diwakili oleh General Secretary-nya, yakni Silvester Adi Surya, yang juga pemilik dari Java Software.
Workshop ini dihadiri oleh banyak komunitas IT di Kota Solo yang ingin membangun perusahaan startup. Selain itu, juga hadir komunitas bisnis di Kota Solo seperti Tangan Di Atas (TDA) Soloraya serta HIPMI Solo yang ingin membangun perusahaan IT.
Dalam paparannya, Silvester menceritakan pengalaman membangun perusahaan bisnis IT miliknya. SONIC telah menghasilkan bibit-bibit wirausaha muda, salah satu hasilnya ialah Java Software. "Komunitas saya, Solo Online Community, telah melakukan banyak kegiatan dan sharing-sharing mengenai dunia IT antar anggotanya. Karena kegiatan ini, banyak anggota SONIC yang bergerak membangun usaha. SONIC sangat mendukung hal ini," katanya. Ia menambahkan bahwa komunitas harus mengambil peran untuk menyebarkan semangat technopreneur di antara anggotanya.
Salah satu peserta bertanya dalam sesi diskusi
Selain itu, Silvester juga memberikan tips-tips untuk membangun perusahaan startup. Perihal pertama yang penting ialah pentingnya memisahkan urusan komunitas dengan bisnis. Bila hal ini tidak diperhatikan, bisa berdampak dengan bubarnya komunitas dan gagalnya mendirikan perusahaan bisnis. "Makanya urusan SONIC dan Java Software saya pisahkan. Supaya tidak menimbulkan konflik berkepanjangan," katanya. Ia menambahkan, anggota perusahaan malah bisa menularkan pengalaman berbisnisnya dengan anggota komunitas lain sehingga dapat muncul banyak perusahaan yang lahir.
Poin kedua ialah memilih rekan bisnis yang sepemikiran dan hindari ego dalam mendirikan perusahaan startup. Hal ini dilakukan supaya makin cepat untuk terbentuknya perusahaan serta produk utama yang akan dijual. Selain itu, buatlah surat perjanjian kerjasama antaranggota bermaterai supaya lebih mengikat antaranggota. "Lebih baik cari teman yang sepemikiran supaya cepat terbentuk. Bagilah porsi tugas antaranggota. Yang penting hindari ego," katanya.
Poin terakhir ialah segera membentuk badan hukum perusahaan saat sudah mapan. Ini penting ketika perusahaan startup hendak mengerjakan proyek di instansi pemerintahan maupun swasta. "Segera bikin badan hukum seperti CV atau PT. Supaya ketika kita mengerjakan proyek, kita sudah punya 'bendera'. Sehingga untuk kepengurusan proyek dapat mudah," ujarnya.

