Dunia digital di Solo masih belum banyak berkembang. Hal ini ditunjukkan masih sepinya minat warga Solo dalam membangun perusahaan startup ...
Dunia digital di Solo masih belum banyak berkembang. Hal ini ditunjukkan masih sepinya minat warga Solo dalam membangun perusahaan startup IT di Solo. Bila dibandingkan dengan Kota Yogyakarta, Solo masih amat tertinggal dalam perkembangan atmosfer digitalnya. Bahkan tidak sedikit pula para ahli digital di Kota Solo yang pindah ke Yogyakarta untuk bekerja. Ini membuat Solo ditinggal oleh para ahli digitalnya.
Padahal permintaan produk digital di Solo sangatlah besar. Akan tetapi karena masih sedikitnya pelaku usaha digital di Kota Solo membuat konsumen ini lari ke daerah lain. Ironi ini makin bertambah parah setelah para ahli digital di kota ini malah banyak yang eksodus ke kota lain.
Rillo Satria Wahyudin, salah satu founder SONIC
Salah satu pendiri Solo Online Community (SONIC), Rillo Satria Wahyudin, mengatakan bahwa permasalahan yang ada di Kota Solo ini terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah masih kurangnya basis IT pada sekolah maupun universitas di Kota Solo. "Mungkin di Solo karena kurang basis IT di sekolahan atau kampusnya. Biasanya kampus trigger event IT untuk menggelorakan kegiatan digital, lihat saja contohnya seperti Bandung atau Jogja," ujarnya saat ditemui di Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa kegiatan digital harus dilakukan guna menghidupkan semangat digital dan komunitas IT di Kota Solo. Faktor yang lain ialah permasalahan sumber daya manusia (SDM) yang ada masih kurang yang memiliki semangat membangun atmosfer digital. "Awareness orang di Kota Solo agak kurang dengan masalah IT," ujar Rillo yang kini bekerja di Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia, Tangerang. Ia memberi contoh di Kota Yogyakarta, SDM-nya sangat banyak yang mendukung kegiatan digital. Hingga tak heran di Yogyakarta sudah ada "Kampung Internet" yang beberapa waktu lalu dikunjungi oleh Mark Zuckerberg, pemilik Facebook.
SONIC melaksanakan kegiatan "Online at Outdoor" bersama-sama dengan masyarakat Solo guna menggelorakan semangat digital
Ia menyarankan kepada semua pihak di Kota Solo agar bekerja bersama-sama untuk membangun atmosfer digital di Kota Solo ini. "Basis orang yg mau gerak di bidang digital di Solo masih belum booming. Mungkin ada tapi masih 'pada tidur'. Ayo kita bersama-sama membangunkan mereka," katanya. Ia menegaskan kepada seluruh elemen penggerak digital di Solo untuk bekerjasama menggerakkan gerakan IT. "Sebenernya ada yang mau gerak (kegiatan IT Solo), tapi nggak tau harus bagaimana. Ini tugas SONIC yang akan menggandeng mereka sebagai wadah yang representatif," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SONIC akan lebih giat lagi mengadakan kegiatan digital di Kota Solo, bahkan akan datang ke sekolah-sekolah dalam mewujudkan peningkatan atmosfer digital. "Sebenarnya tidak hanya SONIC, bisa saja kita ajak komunitas lain untuk melaksanakan event ini. Misi kita bersama-sama membangun Solo menjadi kota digital," kata Rillo.

