Perwakilan SONIC bersama perwakilan komunitas lain di acara Gathering oleh DILO Pada tanggal 29 Juli 2015, Solo Online Community diun...
Perwakilan SONIC bersama perwakilan komunitas lain di acara Gathering oleh DILO
Pada tanggal 29 Juli 2015, Solo Online Community diundang oleh DILO Solo untuk mengikuti Gathering Komunitas IT se-Solo. Selain SONIC, turut diundang juga komunitas IT lainnya seperti Vocaloid Solo, Tangan Di Atas (TDA), HIPMI, Young On Top (YOT), Informatika UNS, komunitas Game Developer Solo, dan masih banyak lagi.
Dalam pertemuan ini, Dilo Solo menegaskan akan memberikan fasilitas dan pelatihan sesuai permintaan dan kebutuhan dari komunitas. Hal ini dimaksudkan supaya makin banyak tumbuh perusahaan startup IT yang ada di Kota Solo.
Gerry Gebyar, Ketua Dilo Solo sedang memberikan pengarahan kepada komunitas IT Solo
Perlu diketahui bahwa Kota Solo merupakan kota yang terendah dalam keaktifan komunitas digital dan perkembangan IT dibandingkan dengan kota lain seperti Malang, Makassar, Yogyakarta, Bandung, maupun Jakarta. Untuk itu diperlukan upaya bersama dari komunitas IT se-Solo maupun inkubator bisnis seperti Dilo supaya terjadi percepatan perkembangan IT di Kota Solo.
Salah satu delegasi SONIC, Wibisono Adhi Prasetyo berpendapat bahwa SONIC bisa menjadi pioneer untuk perkembangan IT di Kota Solo. "SONIC bisa menjadi penggebrak pertama untuk pergerakan perkembangan komunitas digital di Kota Solo. Karena SONIC mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dan berpengalaman dalam bisnis IT ini," ujarnya. Ia berharap, komunitas lainnya juga bekerjasama dengan SONIC sehingga apa yang diharapkan yakni percepatan perkembangan IT di Solo menjadi terwujud.
Komunitas IT Solo berfoto bersama
General Secretary SONIC, Silvester Adi Surya mengatakan bahwa SONIC sangat mendukung upaya percepatan perkembangan IT di Kota Solo. Ia mengatakan bahwa SONIC selayaknya menjadi contoh komunitas lain dalam startup perusahaan IT. SONIC siap memenuhi permintaan komunitas maupun pihak manapun guna mewujudkan impian ini. "SONIC sangat mendukung upaya difusi ini. Seperti kita ketahui SONIC memiliki perusahaan yang menjadi wadah kita dalam bisnis IT. Semoga komunitas lainnya bisa mengikuti jejak kami," katanya.
Silvester menambahkan bahwa untuk mewujudkan perusahaan startup IT di komunitas, hendaknya para anggota perlu menyamakan visi-misi maupun tujuan untuk berbisnis. Selain itu, komunitas dengan badan bisnis tersebut haruslah dipisah agar tak menimbulkan konflik kepentingan. "SONIC sudah memiliki pengalaman dalam pendirian perusahaan startup berbasis IT. Kami siap sharing maupun membantu komunitas lain agar semakin banyak komunitas IT Solo yang memiliki perusahaan sendiri," ujarnya.