Pada 27 Agustus 2015, Solo Online Community (SONIC) mengikuti kegiatan "Fasilitasi Peningkatan dan Pengembangan Kemampuan IT" yan...
Pada 27 Agustus 2015, Solo Online Community (SONIC) mengikuti kegiatan "Fasilitasi Peningkatan dan Pengembangan Kemampuan IT" yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Disperindag Kota Surakarta ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan IT para pelaku usaha di Kota Solo. Selain dihadiri oleh SONIC, acara ini dihadiri banyak industri kecil dan menengah di Kota Solo. SONIC diwakili oleh General Secretary-nya yakni Silvester Adi Surya yang IKM-nya telah terdaftar di Disperindag Surakarta.
Acara diawali oleh sambutan dari perwakilan Dinperindag Jateng, dalam hal ini diwakili oleh KABID INDUSTRI ALAT TRANSPORTASI, ELEKTRONIKA & ANEKA Dinperindag Jawa Tengah, Bapak Drs. Kumarsi, M.M. Ia mengharapkan di provinsi Jawa Tengah harus semakin banyak IKM berbasis Teknologi Informasi. Setelah itu acara dibuka oleh Kadisperindag Surakarta, Bapak Triyana. Sebelum membuka acara, ia memberi motivasi agar pelaku usaha khususnya dari kalangan muda hendaknya memiliki semangat yang tinggi dalam berbisnis meski perekonomian sekarang kian lesu. "Saya berharap teman-teman semua bisa melihat peluang yang ada meski perekonomian sekarang sedang melemah," katanya.
Dalam kegiatan ini diundang pemilik dari CV. Nusantara Global Inovasi, Zaenal Abidin, S.Kom. Perlu diketahui bahwa Nusantara Global Inovasi merupakan perusahaan startup yang cikal-bakalnya dari komunitas IT yang ada di Kota Semarang. Komunitas tersebut kemudian mengikuti inkubator bisnis teknologi (IBT) Provinsi Jawa Tengah. Dari komunitas ini berkembang menjadi perusahaan software house yang eksis hingga kini.
"Kami awalnya berbentuk komunitas yang berasal dari perguruan tinggi swasta di Semarang. Kami mempunyai ide untuk memiliki bisnis software sendiri, dan akhirnya sampai pada titik ini," ujar Zaenal yang merupakan lulusan Informatika Universitas Dian Nuswantoro. Ia menceritakan bahwa perusahaannya sudah membuat software pesanan Trans Semarang, Pemkab Sampang, Lamarizk, bahkan sampai Tiongkok.
Acara diawali oleh sambutan dari perwakilan Dinperindag Jateng, dalam hal ini diwakili oleh KABID INDUSTRI ALAT TRANSPORTASI, ELEKTRONIKA & ANEKA Dinperindag Jawa Tengah, Bapak Drs. Kumarsi, M.M. Ia mengharapkan di provinsi Jawa Tengah harus semakin banyak IKM berbasis Teknologi Informasi. Setelah itu acara dibuka oleh Kadisperindag Surakarta, Bapak Triyana. Sebelum membuka acara, ia memberi motivasi agar pelaku usaha khususnya dari kalangan muda hendaknya memiliki semangat yang tinggi dalam berbisnis meski perekonomian sekarang kian lesu. "Saya berharap teman-teman semua bisa melihat peluang yang ada meski perekonomian sekarang sedang melemah," katanya.
(Dari ki-ka): Pemilik CV. Nusantara Global Inovasi: Zaenal Abidin, Kadisperindag Surakarta: Triyana, KABID INDUSTRI ALAT TRANSPORTASI, ELEKTRONIKA & ANEKA Dinperindag Jateng: Kumarsi
Dalam kegiatan ini diundang pemilik dari CV. Nusantara Global Inovasi, Zaenal Abidin, S.Kom. Perlu diketahui bahwa Nusantara Global Inovasi merupakan perusahaan startup yang cikal-bakalnya dari komunitas IT yang ada di Kota Semarang. Komunitas tersebut kemudian mengikuti inkubator bisnis teknologi (IBT) Provinsi Jawa Tengah. Dari komunitas ini berkembang menjadi perusahaan software house yang eksis hingga kini.
"Kami awalnya berbentuk komunitas yang berasal dari perguruan tinggi swasta di Semarang. Kami mempunyai ide untuk memiliki bisnis software sendiri, dan akhirnya sampai pada titik ini," ujar Zaenal yang merupakan lulusan Informatika Universitas Dian Nuswantoro. Ia menceritakan bahwa perusahaannya sudah membuat software pesanan Trans Semarang, Pemkab Sampang, Lamarizk, bahkan sampai Tiongkok.
Pemilik CV. Nusantara Global Inovasi: Zaenal Abidin, S.Kom.
General Secretary SONIC, Silvester Adi Surya mengapresiasi acara yang dilaksanakan oleh Dinperindag Jateng. Ia mengatakan bahwa perlunya tekad dan kemauan yang kuat dari calon pengusaha startup digital untuk membangun perusahaan. "Lihat saja contohnya mas Zaenal. Awalnya beliau dari perkumpulan kawan-kawannya di Udinus, masuk inkubator, sekarang mereka dapat orderan sampai Tiongkok," ujarnya.
Ia berharap makin banyak acara yang dilaksanakan oleh Disperindag maupun pihak lain yang menampilkan pengusaha startup digital untuk memotivasi para calon pengusaha digital untuk membangun perusahaannya.

